belajar dari pengembala

ketika orang lain sibuk dengan pelajaran ia sibuk dengan hewan gembalaan, ketika orang lain sibuk dengan buku pelajaran ia sibuk dengan cangkul dan sabit. ketika orang lain pergi ke sekolah, ia pergi ke sawah untuk membantu orang tua. ketika oran lain santai, beristrahat, menikmati tidur siang, ia harus mengeluarkan hewan gembalaan dan menjaganya agar tidak lari ke kebun milik orang lain.

sungguh malang nasibnya.

terkadang ia hanya mampu melihat mereka yang berseragam dan dengan cerianya berangkat dan pulang dari sekolah. di saat mereka jalan-jalan menggunakan kendaraan, ia hanya bisa menunggangi gembalaanya tesebut. keluar pagi hari, siang hari pulang ke rumah sebentar, untuk menunaikan kewajiban. kemudian harus berangkat ke hutan lagi. jika dihitung sama saja dengan keluar pagi hari pulang sore hari.

di saat orang-orang sudah pada mandi dan wangi, sedangkan ia baru saja pulang dari aktivitasnya. pada pukul 17.00 ia biasanya pulang, dengan kondisi badan yang bau, karena dari pagi hingga siang badannya bercampur dengan keringat.

tetapi walaupun demikian ia tetap bangga dan berusaha terus memacu dirinya untuk terus lebih baik. baginya seorang rasul saja yang mendapat gelar utusan allah adalah seorang pengembala juga. tetapi beliau mampu menjadi orang yang sukses dan menjadi pemimpin tersukses dalam kepemimpinannya hinga terkenal seluruh umat manusia.

kenapa orang yang memiliki harta yang lebih, tetap merasa tak pernah cukup. padahal ada yang di bawah mereka yang jauh lebih kesulitan, untuk mencari makan saja sangat sulit. sedangkan ia untuk makan sangat mudah, cukup memilih menu yang diinginkan.

lebih baik jadi pengembala yang sederhana daripada jadi orang kaya yang tak bisa mendapatkan ketenangan hidup. so, jadilah pribadi yang sederhana dan penuh kedamaian.

Iklan

musholla oh mushola

sore itu waktu menunjukan pukul 18.00. posisi ku berada di sebuah mall, sebut saja di kota A. ketika suara gemuruh adzan berkumandang, itu bertanda panggilan untuk menunaikan sholat telah dimulai. karena posisi ku waktu itu berada di mall, maka yang pertama kali ku cari adalah karyawan yang ada di mall tersebut. tujuannya adalah untuk menanyakan keberadaan mushola/tempat sholat.  setelah mencari akhirnya ku dapati karyawati yang sedang berjaga. “permisi mbak.. numpang tanya ya… kalau boleh tahu mushola nya dimana ya???” tanyaku kepada karyawati tersebut.

alangkah kaget dan tercengangnya aku.. ketika jawaban yang ku terima dari karyawati tersebut  seperti ini “waduh mas gak ada mushola di sini, mungkin di luar ada..” tegasnya. sambil geleng-geleng kepala dan seolah tak percaya, dalam hatiku bergumam, mana mungkin tempat segede itu tidak ada mushola?? apakah semua karyawatinya tak pernah sholat atau semua karyawati semuanya non muslim??

pada waktu itu yang ada di dalam pikiran ku adalah bagaimana mungkin ya.. berarti orang-orang yang ada di tempat ini semuanya gak sholat. belum lagi yang berada di luar, dan di jalanan. jika kita bandingkan, mungkin hanya beberapa persen saja orang yang tidak sholat dengan orang yang menunaikan sholat. sungguh miris dan amat disayangkan, padahal indonesia terkenal dengan islam terbesar dunia, namun semuanya hanya di KTP. buktinya dalam aplikasinya masih kosong/nol.

jika perbandingan ini dijumlahkan dengan seluruh penduduk yang ada di indonesia berarti bisa ditentukan jumlahnya berapa banyak, dan bisa dipastikan lebih banyak yang tidak sholat daripada orang yang menunaikan ibadah sholat. sunguh miris, jika kehidupan ini hanya diorientasikannya pada kebutuhan duniawi semata. padahal hidup itu tak hanya di alam ini, melainkan ada kehidupan setelah kematian. disinilah penentuan kita masing-masing, apakah kita manusia yang baik [taat] ataukah manusia yang jahat [lalai/ingkar/tidak taat perintah tuhan].

pantas saja alam ini terasa begitu panas dan gersang, ternyat manusialah salah satu penyebabnya. kebanyakan orang yang jahat [lali/ingkar/tidak taat] daripada orang yang baik [taat]. sehingga aura setan yanga da disekeliling kita begitu banyak, lain halnya jika kita sering melaukan ketaatan, maka yang ada dan yang dirasakan adalah kenyamanan, kedamaian dan kesejukan. saat sekarang ini kebanyakan orang malas dibandingkan dengan orang yang tekun dan pantang menyerah, sehingga hanya menginginkan kenikmatan tanpa harus susah payah dan kerja keras. oleh karena itu banyak yang menghalalkan segala cara agar cita-citanya tercapai, naudzubillahi mindzalik. waspadalah jika azab allah ditimpahkan kepada seluruh manusai maka semuanya akan kena batunya.

ngal(l)ah

pertandingan final melawan brunai darusalam (09/3) merupakan pertandingan yang penuh tanda tanya menurut saya. pada babak pertama kick off indonesia sudah menggempur brunai darussalam, bahkan hingga menit akhir bababak pertama indonesia masih mendominasi pertandingan kala itu.

walaupun pertandingan secara keseluruhan dikuasai oleh indonesai, artinya secara ball position indonesia lebih unggul, saya kira 60-40. peluang  indonesia untuk memenangkan partai final ini cukup besar, namun karena bermain di kandang brunai timnas menjadi kurang semangat. dari pertandingan babak pertama permainan indonesai mulai bagus dan memiliki ritme permainan yang indah sepanjang pertandingan berlangsung.

semua keindahan yang ada ketika pertandiangan babak pertama ternyata tidak bisa mengikuti pada babak kedua, malahan tak lama sejak ditiup peluit babak kedua brunai darussalam mampu menjebol gawang indonesia. sungguh mengenaskan, indonesia tertinggal 0-1, padahal brunai hanya mengandalkan tiga orang di depan, tetapi timnas kewalahan dengan tigak orang tersebut sampai goal yang kedua pun lahir dari serangan cepat anak-anak brunai yang memanfaatka kesalahan pemain timnas indonesia.

sampai babak kedua berakhir, sampai wasit meniup peluit tanda permainan berakhir indonesia ketinggalan 0-2 dari brunai darussalam. timnas tak satupaun mampu memberikan goal balasan bagi brunai darussalam. perjuangan timnas harus terhenti dan merelakan juara final tersebut diberikan kepada brunai darussalam. ternyata kekalahan ketika melawan bahrain masih menyisakan trauma yang mendalam bagi timnas, sehingga  kekalahan dalam pertandingan melawan brunai bisa terulang kembali.

ada apa dengan timnas?

timnas indonesia memang spesialis final, tetapi tak mampu menjuarainya. dari beberapa pertandiangan timnas memeng mampu masuk ke final namun ketika fianal timnas harus tertunduk kalah. apakah ini yang disebut dengan “demam final”?? jika benar demikian maka yang harus dicari adalah obat penawarnya. serta menacari solusi yang terbaik untuk mengembalikan “demam” tersebut untuk bisa pulih kembali.

sebetulnya jika kita runtut dari awal hingga akhir pastilah ada sesuatu yang salah, kemungkinan kesalahan itu dari dua arah, entah dari eksternal atau internal. kesalahan dari eksternal adalah gaya permainan indonesia dapat dibaca oleh lawan sehingga lawan dengan mudah menaklukan timnas. jangan jauh-jauh misalnya saja dari pertandingan melawan brunai darussalam.

sedangkan kesalahan dari internal itu sendiri adalah bagaimana para pemain mengendalikan diri mereka masing-masing, ada pengaruh bisikan setan yang membuat mereka menjadi arogan atapun menjadi over (sombong). sebelum pertandingan mereka memiliki anggapan bahwa mereka mampu mengalahkan brunai darussalam (ada unsur menremehkan lawan). optimis dengan meremehkan lawan itu berbeda, sehingga yang ada dalam diri kita adalah meremehkan lawan. sehingga lawan tersebut sebetulnya telah mengumpulkan berbagai kekuatannya dan sewaktu-waktu akan mereka keluarkan.

jadi, jagan pernah meremehkan musuh/lawan yang akan kita hadapai. tetap waspada karena kemajuan lawan tak dapat kita ketahui, dan kelabihan seseorang tak pernah kita tahu. jika terus-terusan meremehkan lawan maka selamanya kita akan kalah. ingat meremekan dengan rasa optimis itu berbeda, optimis tetap bersikap objektif  sedangakan meremehkan ada unsur menrendahkan/menganggap gampang lawan dan lain sebaainya.

mencari tuhan yang hilang

Sudah berapa lama aku meniggalkan kebiasaan baik ku, hampir setiap hari-hariku selalu diisi dengan kemaksiatan. bisa dibayangkan bahwa ibadahku saja masih bolong-bolong dan malas-malasan dalam mengerjakannya. hingga aku tak menyadari bahwa saat ini umurku sudah setengah abad. kegundahan itupun terus membuat aku semakin bertanya-tanya dan diri ini semaki gelisah karenanya. akhirnya akupun mencoba menuangkannya dalam bentuk tulisan yang semoga menjadi manfaat bagi semua orang dan tidak menjadi diriku yang seperti ini.

manusia kadang lupa bahwa dirnya adalah sebagai hamba, yang senantiasa diperintahkan untuk selalu beribadah kepada tuhannya yang telah menciptakan. tetapi karena disibukan dengan urusan dunia dan mengedepankan hawa nafsu akhirnya mereka menjadi seprti ini, menjadi lalai dan enggan mengerjakan tugas sebagai hamba. padahal tugas manusia adalah menemui sang tuhan minimal lima kali dalam sehari ini minimal sedangkan maksimlnya tak terhitung slakan mau berapa kali.

jika kita bandingkan dengan masa dulu apakah diri kita ini semakin maju atukah semakain mundur kebelakang, jika hal yang demikian ini benar adanya maka berarti apa yang diakukan saat ini semakin jauh dari jalan allah swt yang maha agung. sebagaimana yang rasulullah sampaikan “man kana yaumuhu khairon min amsihi fahuwa robihun” artinya siapa saja yang bila hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia adalah orang yang beruntung. berarti apa yang kita lakukan bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh rasul muhamad, kita malah semakin hari semakin buruk bukan semakin baik, jadi diibaratkan hari ini lebih buruk dari hari kemarin, naudzubillah.. berarti kita adalah termasuk orang-orang yang merugi.

kembali meniti jalan

jalan yang ditempuh sudah jauh dari jalur yang sebenarnya, saat ini posisi kita berada di jalur yang salah dan mau tidak mau kita harus balik arah untuk menemukan jalan yang sesungguhnya, atau kita memotong jalan untuk bisa sampai jalan yang haq tersebut. sedikit demi sedikit kebiasaan yang dahulu kini mulai dikerjakan dan mencoba mengulangi apa yang pernah dilakukan dan diamalkan. semoga dengan niat yang baik dan berharap sebuah kebaikan akan terlahir kemabli, doakan agar dapat istiqomah dengan baik “alistiqomatu khairun min alfi karomah” istiqoma itu lebih baik daripada seribu karomah, berarti jika kita mampu istiqomah maka kita bisa melebihi para waliullah.

selain dengan cara di atas masih banyak lagi cara yang bisa ditempuh, misalnya saja dengan terus mengingat-ingat dosa yang pernah dilakukan dan bertaubat dengan taubat nasuha untuk serius melaksankannya, tidak main-main atau istilanya adalah taubat sambel.

semoga menjadi

semua yang kita niatkan adalah ingin menjadi ‘abid yang sesungguhnya, yang selalu bertemu tuhan dengan tepat waktu, dan selalu menemuinya berbagai macam waktu bahkan lebih dari lima waktu yang sudah ditentukan. semoga kita mampu menjadi hamba yang sesunggguhnya dan memperoleh seribu karomah bahkan lebih, karena isiqomah adalah harga mati.

kaya sesungguhnya tidak sombong

banyak yang terjebak dengan harta, bahkan ada yang menjadi buta karena harta. harta memang mampu membuat semua orang menjadi berubah, yang tadinya baik bisa menjadi jahat, yang tadinya teman bisa menjadi musuh [lawan]. banyak buktinya dan sudah menjadi rahasia umum jika kebanyakan orang berubah ketika sudah terbuai dengan yang namanya harta/kekayaan.

dalam satu kisah, diceritakan ada seseorang yang mencari kekayaan. kemudian ia menembus hutan yang akngker dengan tujuan agar bisa bertemu dengan raja jin. ditengah perjalanan ia menemukan sebuah emas yang begitu besar kira-kira seperi peti mati, kemudian dengan susah payah ia membawanya.

sesampai di rumah ia tak bisa tenang, lantaran ia bingung dengan emas yang begitu besar. ia harus bawa kemana, sedangkan besarnya seperti itu. ketika malam tiba ia merasa gelisah, ia tak bisa tidur.  lantaran dalam benaknya adalah jika emas ini ada yang mencuri bagaimana? jika ia ingin keluar rumah untuk melakukan aktifiatas lain ia menjadi tambah khawatir. lagi-lagi pikiran itu terus menghantuinya.

karena ia merasa tidak tenang dengan semua ini, akhirnya ia merenung dan berfikir bahwa hidupnya lebih tenang, jauh lebih damai sebelum memiliki emas tersebut. akhirnya tanpa pikir panjang ia mengembalikan emas tersebut ke tempat asalnya. ia pun akhirnya tidak pernah kemabli untuk berfikir menjadi orang yang banyak harta, tetapi baginya adalah hidup menajdi orang biasa dan menalani hidup dala kecukupan adalah sebuah kebahagiaan dan kedamaian.

dalam kisah lain, ada seorang tukang becak yang ketika itu ia mengikuti lotre. tanpa ia sadari ternyata ia memenangkan undian lotre tersebut, hadiah lotre tersebut sebesar 1 milyar. karena ia hanya tukang becak, dan manajeman keuangan yang buruk bahakan tidak tahu akhirnya uang tersebut dalam jangka 1 bulan sudah habis. pertanyaanya adalah kok bisa uang sebanyak itu habis??  diantara penyebabnya adalah sebagai berikut :

pertama, ia adalah tukang becak yang kehidupan sehari-harinya dengan uang pas-pasan. uang yang paling ia punya dalam sehari bisanya paling besar 15rb – 20rb. sehingga pada saat memegang uang sebanyak itu menjadi kaku, pikiranyanya pendek dan yang ada dalam dirinya adalah belanja dan belanja untuk memenuhi kebutuhannya. kedua, karena ia hanya seorang tukang becak, yang ia bisa hanya mengayuh becak. ia membeli mobil mewah seharga 250juta, namun sayang tak mampu ia mengendarainya. jadi yang ada dalam dirinya adalah pamer dengan harta yang ia miliki, ia ingin menunjukan kepada setiap orang bahwa ia mampu menjadi orang kaya. ia membeli ruamh mewah dengan harga 500juta, sisanya ia belikan perbotan rumah tangga dan lain sebagainya.

akhirnya dalam jangka 6 bulan ia kembali menjadi tukang becak lagi. karena ia ia tak mampu membayar pajak barang-barang yang pernah ia beli. sehingga untuk membayar pajak tersebut ia harus mejual barang-barang yang pernah ia beli.

kesimpulannya adalah, orang kaya yang sesungguhnya adalah mereka yang tak pernah pamer dengan harta yang mereka miliki, melainkan mereka yang mampu hidup sederhana dalam hidupnya. kekayaan yang mereka miliki adalah untuk anak cucu mereka, yang telah disiapkan dan diputrakan setiap detik agar menjadi lebih banyak. sehingga harta tersebut semakin bertambah dan terus bertambah. masa depan adalah yang terpenting bagi mereka, keturunan mereka harus dapat mersakan kekayaan darinya, agar mereka mampu menjadi generasi penerus dalam keluarganya.

salam pembuka

assalamu’alaikum wr wb

kepada segenap pembaca yang budiman, dimanapun anda berada. pada kesempatan ini izinkanlah saya mencoba menuangkan apa yang ingin saya tuliskan, biasanya berasalkan dari dalam hati dan menggunakan bahasa hati pula. untuk itu semoga tulisan-tulisan yang saya buat mampu memberikan manfaat bagi pembaca dimana pun anda berada.

motto yang saya pegang sampai saat ini adalah “khair annas anfa’uhum li an-nas” sebaik-baiknya manusia adalah yang beranfaat bagi manusia yang lainnya. lakukan dari hati dan berikan yang terbaik.